Bagaimana ‘Memutus’ Berulangnya Mata Rantai Peristiwa?

Image
Bulan lalu saya merasa dejavu dengan rangkaian peristiwa. Mulanya melihat ibu saya sakit dan saya tidak memiliki uang. Hal percis seperti ini terjadi juga tahun lalu saat pertama kalinya ibu sakit dan hanya bisa terbaring di tempat tidur.

Di saat yang sama saya melihat peningkatan emosional anak saya. Hal ini juga terjadi seperti tahun lalu ketika saya dalam masa ‘galau’ akut karena orang tua sakit bergantian.
Ketika saya ke kantor, saya merasakan kehampaan yang aneh. Moment yang biasa disebut posisi ‘off’ hingga saya memutuskan untuk menenangkan pikiran.

Lalu terakhir, ketika saya bertemu dengan teman lama dan teman ini mulai bercerita tentang masalahnya , masalah yang sama dengan tahun lalu.

Lalu, BINGO!

Continue reading

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Menjadikan Energi Positif Sebagai Gaya Hidup

Perbincangan sore itu bersama Bang Rani Badri begitu menyegarkan. Diantara suara bunyi denting piring dan sendok yang beradu di dapur café TRS, Citos, suara celoteh sekelompok remaja di seberang meja dan asap rokok yang mengepul.

Tema sore itu adalah energi.

Berawal dari komentar Bang Rani pada sahabat saya,” Energi loe yang semrawut!”.  Ia pun terperangah kaget. Lalu, bereaksi defensif pada awalnya tapi kemudian penasaran dan bertanya lebih lanjut.  “Kelihatan jelas dari ekspresi muka loe!” tambah Bang Rani memberi ‘sumbangsih’ terbesar pada wajah sahabat saya yang mulai berkerut kebingungan.

Jadi, apa sih sebenarnya energy itu itu?

Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Otak Tidak Pernah Capai…

“Otak itu tidak pernah capek, yg capek itu badan kamu! Berhenti mengeluh,” kata papa saat saya mengeluh capek belajar untuk ujian SMA.

Bagi saya, jika pria-pria lain berotot kekar di bagian lengan atau
perut, maka papa berotot ‘sickpack’

 di otaknya. Ia adalah pemikir bak filsuf-filsuf di zaman Yunani kuno. Kata-kata yang keluar darinya selalu dapat menyentuh hati kami, anak-anaknya.“Otak nggak kenal usia. Kamu masih bisa mikir sampai tua asal tetap ‘dilatih’ mikir sepanjang hari.” Katanya lagi. Continue reading
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Menyiasati ‘Hari Buruk’


“Melihat kedalam mencari ruang dan mengelola kemarahan menjadi cinta!”

Beberapa minggu lalu, saya harus bertemu dengan seorang klien yang ingin menerbitkan sebuah buku. Seorang perempuan 50-an yang masuk dalam jajaran orang terkaya Indonesia. Tapi saya tahu, pertemuan sebelumnya membuat saya jengah seharian bahkan hingga keesokan hari. Komentar pedasnya, sindirian hingga kata-kata merendahkan. Jadi, ketika saya tahu akan bertemu lagi dengan dia, amarah yang dulu pernah ada kembali ‘hidup’.

Sejak semalam sebelum bertemu, saya mulai membayangkan, betapa orang ini akan membuat hari saya buruk. Orang ini akan menguji kesabaran dan memancing amarah saya sepanjang hari. Sepanjang malam saya memikirkan apa yang harus saya katakan jika mulai melempar ‘bola panas’.

Dan, dengan cepat hari itu benar-benar berubah menjadi salah satu dari ‘Bad Dad’. Itu loh, hari di mana semua terasa salah, betapa pun kamu berusaha keras untuk benar.
Efek itu mulai terasa sejak pagi hari. Anak saya yang salah mengenakan seragam ke sekolah hingga harus kembali lagi ke rumah. Kartu ATM yang tertinggal dan saya hanya memegang uang pas-pasan ke kantor. Bis yang pelan. Akibatnya saya terlambat 1 jam untuk ke pertemuan itu. Teman-teman yang menunggu pun ikut terkena dampaknya.
Siangnya, perempuan cantik itu pun terkena efek ‘mood domino’ yang saya ciptakan sendiri. Dia mulai melempar ‘mercon’ seperti biasa dan semakin rajin melakukannya sepanjang hari.

Sebenarnya apa sih yang terjadi?

Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment